بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Klaten, 14 Juni 2026 – Komitmen Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan masyarakat kembali diwujudkan melalui keterlibatan aktif para dosennya dalam Workshop Pembentukan Desa Sehat Mandiri 'Aisyiyah (DSMA) yang diselenggarakan oleh Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Klaten di Aula Universitas Muhammadiyah Klaten, Ahad (14/6).

Kegiatan yang mengusung tema “Aisyiyah Bergerak: Membangun Desa Sehat Mandiri Mewujudkan Indonesia Emas” tersebut diikuti oleh kader-kader Aisyiyah dari tingkat cabang dan ranting se-Kabupaten Klaten. Workshop menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan kesehatan berbasis masyarakat melalui pemberdayaan kader sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dalam kegiatan ini, dosen UMKLA mendapat amanah sebagai fasilitator kelompok kerja strategis. Dr. Retno Yuli Hastuti, M.Kep., Ns.Sp.Kep.Jiwa memandu Pokja Pencegahan Penyakit Menular dan Tidak Menular, Hj. Tutin Winarsih, S.Tr.Keb., Bdn memfasilitasi Pokja Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sementara Dr. Suyami, M.Kep., Ns.Sp.Kep.Anak memimpin Pokja Pencegahan Stunting.
Melalui pendekatan yang partisipatif, para dosen mendampingi peserta dalam mengidentifikasi masalah kesehatan di wilayah masing-masing sekaligus menyusun rencana aksi yang realistis dan berkelanjutan. Berbagai gagasan lahir dari diskusi yang berlangsung hangat, mulai dari penguatan edukasi kesehatan keluarga, peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat, deteksi dini faktor risiko penyakit, hingga pendampingan keluarga dalam upaya pencegahan stunting.

Kehadiran para akademisi UMKLA dalam kegiatan ini mencerminkan peran perguruan tinggi yang tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mitra strategis masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan. Pengetahuan dan hasil-hasil kajian akademik diterjemahkan menjadi program nyata yang dapat diterapkan secara langsung di tingkat komunitas.
Workshop berlangsung dengan suasana penuh semangat, kolaboratif, dan inspiratif. Para kader Aisyiyah aktif berbagi pengalaman lapangan serta menyampaikan berbagai praktik baik yang telah dilakukan di wilayahnya. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan perguruan tinggi tersebut menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya.
Melalui pembentukan Desa Sehat Mandiri Aisyiyah, diharapkan lahir model pemberdayaan kesehatan berbasis komunitas yang mampu memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat desa. Keterlibatan dosen Universitas Muhammadiyah Klaten dalam proses pendampingan ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian akademisi kepada masyarakat serta kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Dari kampus untuk masyarakat, pengabdian tidak berhenti di ruang kelas. Melalui kolaborasi, pendampingan, dan pemberdayaan, ilmu pengetahuan dihadirkan untuk memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, dimulai dari keluarga, komunitas, hingga desa-desa yang sehat dan mandiri.