Loading...
LPPM

Selamat Datang

Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA)

From Pharmacy to Community: Workshop DAGUSIBU yang Inspiratif

27-Jun-2026 - ARDIANSYAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

From Pharmacy to Community: Workshop DAGUSIBU yang Inspiratif 

Klaten – Dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan Masyarakat, Prodi DIII Farmasi Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) mengadakan kegiatan Edukasi dan Workshop DAGUSIBU sebagai bentuk kepedulian terhadap penggunaan obat yang aman dan bijak. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta karena menghadirkan materi yang edukatif, interaktif, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026 bertempat di Balai Pertemuan Desa Pengkol, Sumberejo, Klaten Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari kader posyandu serta menghadirkan Bidan Desa setempat.

DAGUSIBU merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar. Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan obat secara tepat guna mencegah kesalahan penggunaan obat, penyalahgunaan obat, hingga risiko kesehatan lainnya.

Dalam sambutannya, Apt. Rahmi Nurhaini, S. Far., M. Farm, selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan bahwa “Pengelolaan obat yang tepat di rumah tangga sangat penting untuk dipahami oleh masyarakat karena dapat meningkatkan kualitas hidup melalui pengelolaan obat yang tepat dilingkungan keluarga.”

Dalam kegiatan edukasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai cara memperoleh obat dari tempat resmi, penggunaan obat sesuai aturan, penyimpanan obat yang aman, serta tata cara membuang obat kedaluwarsa agar tidak mencemari lingkungan. Materi disampaikan secara menarik melalui presentasi, diskusi interaktif, dan simulasi langsung sehingga peserta lebih mudah memahami penerapan DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaian materinya, Aliffah Echi Aprillasari dan Pynka Vepyliatama selain mengajak berdiskusi aktif juga mempraktikkan dengan memanfaatkan kardus dan membagi menjadi beberapa ruang. Peserta dibentuk menjadi beberapa kelompok dengan pendamping dari Mahasiswa Farmasi diajak mempraktikkan bagaimana menyimpan obat berupa salep, tablet, syrup serta bagaimana cara membuangnya semisal obat sudah kadaluwarsa. Dalam penyampaian materinya pembicara menekankan bahwa “Pengelolaan obat yang benar adalah kunci kesehatan keluarga, terutama lansia. Selalu kenali golongan obat lewat logo kemasan. Terapkan prinsip DAGUSIBU dirumah agar pengobatan aman, efektif, dan bermanfaat optimal.”

Selain penyampaian materi dan praktik berkelompok, peserta turut mengikuti sesi tanya jawab yang membahas berbagai persoalan seputar penggunaan obat di rumah tangga. Banyak peserta mengaku baru memahami pentingnya memperhatikan tanggal kedaluwarsa obat serta cara penyimpanan obat yang benar setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa edukasi DAGUSIBU merupakan langkah nyata dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sadar obat dan peduli kesehatan. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar informasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa obat bukan sekadar produk konsumsi biasa, melainkan harus digunakan secara bijak sesuai kebutuhan dan petunjuk tenaga kesehatan. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan mampu menjadi lebih mandiri dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Dengan adanya edukasi DAGUSIBU, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan obat yang rasional, aman, dan bertanggung jawab demi terciptanya kualitas hidup yang lebih sehat. Dalam penutupnya, Rahmi memberikan sedikit pantun agar suasana lebih hangat dan menarik.
 

Pergi ke pasar membeli jamu,
Singgah sebentar membeli roti.
Mari terapkan DAGUSIBU,
Agar penggunaan obat lebih berarti.

Melalui kegiatan ini, DIII Farmasi UMKLA berharap dapat membantu masyakarat dalam mengelola obat yang tepat dilingkungan rumah tangga, sekaligus berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengabdian masyarakat yang nyata.