بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Program Studi DIII Farmasi Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Edukasi dan Demonstrasi Pengolahan Agar-Agar Herbal Daun Salam (SALAVIA) sebagai Upaya Manajemen Mandiri Penderita Diabetes Melitus di Desa Paseban, Bayat, Klaten” pada Jumat, 22 Mei 2026 bertempat di Polindes Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang tergabung dalam Komunitas Anak Balita Ibu Sehat (KABISAT), khususnya masyarakat dengan diabetes melitus dan kelompok berisiko.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Apt. Nurul Hidayati, S.Farm., M.Farm. bersama tim mahasiswa DIII Farmasi UMKLA, yaitu Marfeliana Dwi L, Marlina Hana K, Rahmawati Eka Thalita P, Rizqiana Yuliati, dan Safira Anggreani.
Dalam sambutannya, Apt. Nurul Hidayati, S.Farm., M.Farm. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas antusiasme masyarakat Desa Paseban dalam mengikuti kegiatan edukasi kesehatan tersebut. Beliau berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman dan pengelolaan diabetes melitus secara mandiri.
Desa Paseban masih menghadapi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya tingginya kasus diabetes melitus. Kondisi tersebut mendorong tim pengabdian untuk menghadirkan kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengendalian diabetes melitus secara tepat dan berkelanjutan.
Materi edukasi disampaikan oleh mahasiswa DIII Farmasi UMKLA, meliputi pengertian diabetes melitus, faktor risiko, gejala, penggunaan insulin, pentingnya pola makan sehat, aktivitas fisik, serta kepatuhan terhadap pengobatan medis guna mencegah komplikasi penyakit. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan stevia sebagai alternatif pemanis rendah gula dan daun salam yang memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan minyak atsiri yang berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah.

Sebagai bentuk inovasi pemanfaatan bahan herbal lokal, tim pengabdian juga memperkenalkan produk SALAVIA, yaitu agar-agar herbal berbahan dasar daun salam dan stevia yang dirancang sebagai alternatif camilan sehat bagi penderita diabetes melitus. Kegiatan dilengkapi dengan penayangan video demonstrasi pembuatan SALAVIA serta praktik pengolahan sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat di rumah.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis mengenai diabetes melitus, tetapi juga keterampilan praktis dalam memanfaatkan tanaman herbal lokal sebagai pendukung pola hidup sehat. Program Studi DIII Farmasi UMKLA berharap kegiatan pengabdian ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Paseban sekaligus menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa dalam bidang edukasi dan pelayanan kesehatan masyarakat.